Minggu, 23 Mei 2010

Tahap Implementasi Sistem

a. Tahap Pengkodean
Pada tahap pengkodean ini yang dilakukan adalah pengembangan aplikasi dengan pemprograman visual disertai dengan penulisan kode program (listing program).
b. Tahap Pengujian Program
Pada tahap pengujian program ini adalah dengan menguji mengenai adanya kesalahan–kesalahan dalam pembuatan program. Kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam pengujian program adalah sebagai berikut:
1) Kesalahan Bahasa (Language Error)
Kesalahan bahasa adalah kesalahan dalam penulisan kode program yang tidak sesuai dengan kriteria dari bahasa program yang dipakai.
2) Kesalahan Proses
Kesalahan yang muncul ketika proses eksekusi program dilakukan. Kesalahan ini mengakibatkan program akan berhenti sebelum selesai pada saatnya karena program tidak menemukan objek yang sedang dijalankan.
3) Kesalahan Logika
Kesalahan logika dalam pembuatan program aplikasi sangat sulit untuk ditemukan. Program akan tetap memproses dan didapatkan hasilnya, namun hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.


oleh : Henny Khusniatiy

lanjutan tahap design

c). Selanjutnya akan ditampilkan kotak dialog Select Microsoft Access Data to Create. Pilihlah folder atau direktori pada kotak Save in untuk menyimpan database yang akan dibuat, lalu simpan sesuai dengan nama database yang dibuat.
d). Tekan Save
e). Selanjutnya membuat tabel, langkah-langkahnya adalah sebagai
berikut.
(1) Klik kanan pada jendela Database (Database Windows),
kemudian dari tampilan menu yang tampak pilih New TableDari tabel VisData ketikkan nama tabelnya pada kotak
Table Name. Dan isikan field–field pada kotak Field List
(1) Klik tombol Add Field untuk membuat field baru dan buat field sebagai berikut

No Nama Field Tipe Data Lebar
1. NIP Text 15
2. Nama Text 50
3. Alamat Text 25
4. Tempat_Lahir Text 25
5. Tanggal_Lahir Date / Time 15
6. Jenis _Kelamin Text 50
7. Agama Text 50
8. Alamat Text 20
9. Tahun_Masuk Text 20

( 2) Kemudian klik Build the Table untuk menyimpan struktur tabel yang telah dibuat.
(3) Klik Close
f). Selanjutnya dengan langkah yang sama dibuat tabel pegawai, tabel data tamu, tabel check in, tabel check out, tabel kamar dan tabel biaya dll.


Design (Perancangan Sistem Aplikasi

Gambar 4.4. VisData

Gambar 4.5. Membuat Database Microsoft Access

Perancangan sistem database menggambarkan secara umum bentuk sistem yang akan atau telah berlangsung. Tujuan perancangan sistem ini adalah untuk mengendalikan atau memecah tugas kedalam beberapa model atau sub-sub program kemudian untuk dipakai ke dalam sistem komputerisasi.
a. Perancangan Basis Data
1) Membuat Database
Untuk membuat database dari Visual Basic digunakan VisData dengan format Microsoft Access langkah-langkahnya sebagai berikut:
a). Dari jendela Visual Basic pilih menu Add-Ins kemudian pilih Visual Data Manager (VisData). Gambar 4.4.
b). Pilih menu File, Lalu New kumudian pilih Microsoft Access, dan pilih Version 7.0 MDB
gambar 4.5

Tahapan Analisis Sistem

Gambar 4.3 Tahapan Perancangan Basis Data (Kadir, 1999:46)

Tahapan perancangan sistem dibagi menjadi tiga bagian. Tiga bagian perancangan sistem adalah sebagai berikut.
1. Perancangan Sistem Basis Data
Perancangan basis data merupakan langkah untuk menentukan basis data yang diharapkan dapat mewakili seluruh kebutuhan pengguna. Penyusunan basis data ini didasarkan pada kamus aliran data yang telah dibuat pada tahap sebelumnya.
Perancangan basis data secara konseptual terdiri atas tiga langkah berikut:
a. penentuan entitas pada basis data
b. pendefinisian hubungan antar entitas
c. penerjemahan hubungan antar entitas
Dalam Kadir (1999:46) langkah-langkah tersebut melibatkan komponenkomponen
yang terstruktur seperti dalam gambar 4.3.

Penjelasan komponen-komponen di atas sebagai berikut.

a. Entitas
Entitas sering disebut dengan kelas entitas atau tipe,. Entitas menyatakan obyek atau kejadian. Pada basis data ini yang disebut
entitas adalah data check in, data jenis check out, data pegawai, data
kamar. Pada model database relasional, entitas disebutkan dalam tabel.
b. Atribut
Atribut merupakan item data yang menjadi bagian dari entitas. Istilah lain dari atribut adalah properti. NIP, nama pegawai, alamat merupakan suatu atribut.
c. Hubungan (Relation)
Hubungan adalah kaitan dari dua entitas. Misalnya antara pegawai dan kegiatannya terdapat hubungan yang berupa Pegawai A menjalankan sistem administrasi. Pada model relasional, hubungan akan menjadi kunci tamu.
d. Kekangan
Kekangan digunakan untuk melindungi integritas data, misalnya melindungi kesalahan waktu pengisian data.
e. Domain
Domain merupakan nilai yang berlaku pada suatu atribut. Kekangan domain mendefinisikan nama, tipe, format, panjang, serta nilai dari masing-masing item data. Misalnya tipe data char, numeric, atau jenis lainnya pada perangkat lunak sistem basis data. Char menyatakan tipe karakter, dapat berupa gabungan beberapa huruf, simbol, dan angka. numeric menyatakan tipe bilangan.
f. Integritas referensi
Integritas referensi merupakan aturan-aturan yang mengatur hubungan antara kunci primer dengan kunci tamu milik tabel-tabel yang terdapat pada suatu sistem basis data relasional untuk menjaga konsistensi data.
Tujuan dari integritas referensi adalah untuk menjamin elemen dari suatu tabel yang menunjukkan ke suatu pengenal unik pada suatu baris pada tabel lain yang benar-benar menunjuk ke nilai yang ada itu.
Sebagai contoh ada suatu aturan yang tidak memperkenankan jenis biaya pada data biaya dihapus jika jenis biaya tersebut dipakai oleh tabel lain. Macam integritas data ada tiga, yaitu:
1) penambahan (insert)
2) penghapusan (delete)
3) peremajaan (update)
pembagian ini didasarkan pada operasi yang dilakukan. Integritas referensional pada peremajaan memungkinkan pengubahan suatu kunci pada tabel yang menyebabkan semua nilai pada tabel lain yang tergantung pada tabel tersebut juga berubah.


Planning (rancangan pendahuluan)

Gambar 4.2 DFD Konteks Sistem Administrasi Data Hotel

Diagram diatas memperlihatkan bahwa sistem berinteraksi dengan empat terminal, yaitu bagian front desk hotel, sistem pengolahan data, tamu hotel serta pencari informasi. Tanda panah menunjukkan masukan dan keluaran sistem.

Rancangan Pendahuluan (planning)

Tahap rancangan pendahuluan menentukan ruang lingkup proyek atau sistem yang ditangani, yang selanjutnya dijabarkan dalam bentuk diagram alir dan konteks (Kadir, 1999:40). Diagram alir adalah sebuah proses pembentuk siklus yang digunakan untuk mempermudah dalam perancangan sistem basis
data.

Pembuatan basis data sistem administrasi data hotel dilakukan dengan pembuatan Data Flow Diagram (DFD). DFD merupakan alat untuk mendokumentasikan proses dalam suatu sistem yang menekankan fungsi pada sistem, cara menggunakan informasi yang tersimpan serta pemindahan informasi antar fungsi dalam sistem.

lanjutan contoh sistem

Gambar 4.1 Lokasi Puri Indrakilla Hotel dan Cottage Ungaran


contoh sistem

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERHOTELAN
DENGAN APLIKASI VISUAL BASIC STUDI KASUS PADA
PURI INDRAKILA HOTEL DAN COTTAGE UNGARAN

Puri Indrakilla Hotel dan Cottage Ungaran di berdiri sejak tahun 1994, lokasi Puri Indrakilla Hotel dan Cottage Ungaran dapat ditempuh dari Kota Semarang sekitar dua puluh menit melalui jalan tol, untuk menuju bandara tersedia taxi dari hotel. Tepatnya di jalan Yos Sudarso No. 42 Ungaran, yang terletak di kaki Gunung Ungaran.
Puri Indrakilla telah mendapatkan tanda penghargaan Sapta Pesona dari Gubernur Kepala Daerah Provinsi Jawa Tengah, khususnya pesona alam, sejuk dan bersih. Puri Indrakilla dengan tarif hotel kelas melati, memiliki pelayanan hotel berbintang. Sehingga diharapkan tamu hotel dapat merasa nyaman ketika singgah di Puri Indrakilla Hotel dan Cottage Ungaran.

Beberapa obyek wisata di seputar Puri Indrakilla Hotel dan Cottage
Ungaran adalah sebagai berikut:

1. Kolam renang Tirto Argo
2. Bandungan
3. Rawa Pening
4. Museum Kereta Api
5. Palagan Ambarawa.
Puri Indrakilla Hotel dan Cottage Ungaran memberikan pelayanan pengolahan data untuk informasi pengunjung, wisata dan pengelolaan sistem perhotelan. Lokasi dari Puri Indrakilla Hotel dan Cottage Ungaran dapat dilihat pada gambar 4.1 di bawah ini: